Pemerintah Kota Guangzhou memperkenalkan sistem pengawasan pasar generasi keempat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mentransformasi mekanisme pengawasan tradisional. Sistem bernama “MarketGuard 4.0” ini menganalisis 50.000 transaksi per detik melalui integrasi data real-time dari 12 sumber, termasuk rekaman CCTV, riwayat transaksi digital, dan laporan konsumen.

Dinas Perdagangan Guangzhou mengimplementasikan teknologi ini untuk mendeteksi pelanggaran pasar seperti pemalsuan merek, harga semu, dan iklan menyesatkan. Dalam uji coba di Distrik Tianhe, sistem ini mengidentifikasi 43 kasus penjualan produk KW dalam 72 jam pertama – akurasi mencapai 98,7% berkat algoritma deep learning yang terlatih dengan 2 juta data pelanggaran historis.

“AI kami memetakan pola perilaku pedagang mencurigakan dengan membandingkan data stok gudang dan laporan penjualan,” jelas Direktur Sistem, Dr. Liang Qiao. Contohnya, sistem mengirim peringatan dini jika ada toko yang mencatat penjualan 500 unit ponsel dalam sehari tetapi melaporkan stok masuk hanya 200 unit.

Pelaku usaha merasakan dampak positif. Chen Wei, pemilik toko elektronik di Jalan Beijing, mengaku: “Sistem ini memangkas 80% laporan administratif kami. Sensor IoT yang terpasang di toko memantau suhu penyimpanan produk otomatis, sekaligus mengirim notifikasi ke regulator jika ada ketidaksesuaian.”

Basis data terenkripsi blockchain menyimpan 15 juta catatan transaksi harian, sementara modul natural language processing (NLP) memindai 10.000 ulasan online tiap jam untuk mengidentifikasi keluhan terselubung. Pakar hukum cyber Prof. Zhang Yi mengingatkan: “Meski sistem ini meningkatkan transparansi, kami perlu memastikan perlindungan data konsumen sesuai UU PDP.”

Guangzhou merencanakan ekspansi sistem ke sektor jasa makanan dan konstruksi pada 2026. Inovasi ini tidak hanya merevolusi regulasi pasar, tetapi menetapkan standar baru tata kelola digital berbasis AI di Asia.